Minggu, Mei 3, 2026
HomeBerita PropertiKota Baru Lahirkan Urban Paradox

Kota Baru Lahirkan Urban Paradox

Perkembangan perkotaan di Indonesia berjalan pesat tanpa dibarengi penataan bagus dan terkontrol. Perkembangannya didorong kalangan swasta tanpa dibekali panduan jelas mengenai tata ruang dari pemerintah. Contohnya Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek), kawasan ini berkembang menjadi gigantik yang menimbulkan banyak problem perkotaan. Misalnya kemacetan, masalah infrastruktur dan transportasi publik, kawasan kumuh, banjir, terbatasnya ruang terbuka, dan lain-lain.

pembangunan properti di waduk melati jakarta
pembangunan properti di waduk melati jakarta

Menurut Dirjen Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Budi Situmorang, Jabodetabek telah berkembang menjadi urban paradox yang sangat tidak terkelola. Dalam 30 tahun terakhir telah tumbuh 40 kota baru dan di Jabodetabek saja ada 25 kota baru. “Di Jabodetabek pengembang swasta mengembangkan 72 ribu hektar  dan ini alih fungsi semua. Makanya tidak heran kalau timbul banjir dan masalah macam-macam,” ujarnya pada diskusi pengembangan kota baru di Jakarta, akhir pekan lalu.

Budi menyebutkan hingga saat ini sudah terbentuk 93 kota otonom. Menurut parameter Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap pertumbuhan populasi 1 persen akan mendongkrak perekonomian 7 persen. Tapi ini tidak terjadi di Indonesia yang oleh Budi ditengerai karena adanya mismanajemen.

“Kalau mau mengembangkan kota baru harus benar-benar komprehensif. Pembangunan kota baru atau revitalisasi kota lama harus mempertimbangkan green development, manajemen, ekstensifikasi. Harus jelas kota baru seperti apa yang ingin dikembangkan sehingga tidak timbul urban paradox,” tandasnya.

Berita Terkait

Ekonomi

Kemenperin Bantah RI Alami Deindustrialisasi, Ini Alasannya

Kementerian Perindustrian (Kemnperin) membantah Indonesia mengalami deindustrialisasi, atau penurunan...

Pesanan dan Produksi Menurun, Ekspansi Manufaktur RI Makin Kendur

Kinerja industri pengolahan atau manufaktur RI pada April masih...

Tiga Perusahaan Jajaki Kerjasama Pengembangan Teknologi Pengolahan Air di Kawasan Industri

Kementerian Perindustrian mempercepat penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam...

AHY: Pembangunan Infrastruktur untuk Akselerasi Ekonomi Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur masa depan tidak cukup hanya berorientasi pada...

Berita Terkini