Selasa, April 21, 2026
HomeNewsEkonomiModal Asing Hengkang, Agustus Utang Luar Negeri RI Tumbuh Kian Rendah

Modal Asing Hengkang, Agustus Utang Luar Negeri RI Tumbuh Kian Rendah

Bank Indonesia (BI) melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso melaporkan, Rabu (15/10/2025), utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2025 tumbuh makin melambat.

Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD431,9 miliar, hanya tumbuh 2 persen secara tahunan (yoy) dibanding 4,2 persen (yoy) pada Juli 2025, dan 6,3 persen pada Juni 2025.

Perkembangan tersebut terutama bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik (pemerintah dan BI) dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta.

ULN pemerintah pada Agustus 2025 tercatat sebesar USD213,9 miliar, tumbuh 6,7 persen (yoy) dibanding 9,0 persen (yoy) pada Juli 2025 dan 10 persen pada Juni 2025.

Penurunan pertumbuhan ULN pemerintah itu terutama dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN), seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang tetap tinggi.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,4 persen dari total ULN pemerintah), jasa pendidikan (17,2 persen), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,7 persen), konstruksi (12,3 persen), transportasi dan pergudangan (9 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (8 persen).

“Posisi ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah,” tulis BI.

Baca juga: Pertumbuhan Utang Luar Negeri Indonesia Melambat, Tapi Rasionya Meningkat

Sementara ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan. Posisi ULN swasta tercatat sebesar USD194,2 miliar pada Agustus 2025.

Terkontraksi (minus) 1,1 persen (yoy), atau jauh lebih besar dibanding kontraksi Juli 2025 sebesar -0,2 persen (yoy) dan Juni 2025 sebesar -0,7 persen.

Perkembangan ULN swasta itu bersumber dari ULN bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang terkontraksi 1,6 persen (yoy), dan ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang tumbuh melambat menjadi 0,8 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan & penggalian, dengan pangsa mencapai 81,2 persen terhadap total ULN swasta.

Struktur ULN Indonesia dinilai BI tetap sehat. Tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30 persen pada Agustus 2025. Relatif stabil dibanding Juli 2025 sebesar 29,9 persen, dan didominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,9 persen dari total ULN.

Berita Terkait

Ekonomi

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Beda dengan Fitch dan Moody’s, S&P Nyatakan Prospek Utang RI Tetap Stabil

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membawa kabar positif dari...

Sepanjang 2025 Transaksi Lintas Negara dengan Mata Uang Lokal Capai Rp435 Triliun

Di tengah berbagai tantangan, dan prediksi pertumbuhan ekonomi global...

Berita Terkini