Stasiun LRT Dukuh Atas Berganti Jadi Stasiun LRT Dukuh Atas-Bank Syariah Indonesia
Stasiun LRT Dukuh Atas resmi berganti nama menjadi Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia (BSI). Pergantian ini seiring peresmian kerja sama naming rights antara Bank Syariah Indonesia dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) pekan ini.
Peresmian dihadiri Direktur Utama Bank BSI Anggoro Eko Cahyo, Direktur Risk Management Bank BSI Grandhis H Harumansyah, Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi Kereta Api Indonesia (KAI) I Gede Darmayusa, Executive Vice President LRT Jabodebek KAI Suryawan Putra Hia, serta Direktur Utama Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek Fuad Fachroeddin.
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi antar perusahaan BUMN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, penguatan transportasi publik modern, serta percepatan digitalisasi ekosistem ekonomi syariah nasional.
Selain memperkuat visibilitas brand di kawasan Transit Oriented Development (TOD), kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik guna mengurangi emisi karbon. Kerjasama naming rights Stasiun LRT Dukuh Atas-Bank Syariah Indonesia merupakan penamaan kedua setelah Stasiun MRT Lebak Bulus-Bank Syariah Indonesia.
Direktur Utama Bank BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, kehadiran nama Bank Syariah Indonesia di salah satu stasiun strategis LRT Jabodebek menjadi simbol semakin dekatnya layanan perbankan syariah dengan gaya hidup masyarakat urban.
“Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia menjadi representasi kehadiran Bank BSI di tengah mobilitas masyarakat modern. Kami ingin menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda yang kini menjadikan transportasi publik sebagai bagian dari gaya hidup,” ujarnya melalui siaran pers dikutip Minggu (24/5).
Baca juga: Haji Bikin Tabungan Bank BSI Melonjak, 1,2 Juta dari Kalangan Anak Muda
Saat ini jumlah nasabah Bank BSI telah mencapai 23,7 juta nasabah. Perusahaan juga terus memperkuat inklusi keuangan syariah melalui pengembangan layanan digital dan bullion bank atau bank emas yang menjadi salah satu engine pertumbuhan baru Bank BSI sejak tahun 2025 lalu.
Stasiun LRT Dukuh Atas–Bank Syariah Indonesia sendiri merupakan salah satu stasiun dengan volume penumpang tertinggi di jaringan LRT Jabodebek karena berada di kawasan strategis pusat mobilitas pekerja. Stasiun ini menjadi titik akhir dua lintas utama dari Cibubur dan Bekasi dengan rata-rata trafik mencapai sekitar 25 ribu pengguna setiap hari.
Melalui kerja sama ini, Bank BSI juga akan menghadirkan kampanye “Melayani Sepenuh Hati” dengan menghadirkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan syariah, promosi layanan digital, edukasi bullion bank, hingga kemudahan transaksi non-tunai berbasis syariah di lingkungan LRT Jabodebek.
Baca juga: Bank BSI Kampanyekan “Beli Emas Semudah Beli Secangkir Kopi” untuk Anak Muda
Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa menambahkan, kerja sama naming rights merupakan bagian dari strategi optimalisasi aset dan penguatan kolaborasi bisnis yang dijalankan KAI Group.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung langkah transformasi yang ada di KAI. Kerja sama naming rights ini sangat memberikan nilai tambah sebagai sarana pengenalan branding dari Bank BSI kepada pengguna LRT Jabodebek di Stasiun LRT Dukuh Atas-Bank Syariah Indonesia,” katanya.
KAI saat ini sedang dalam proses transformasi yang masif seperti melakukan modernisasi baik sarana prasarana maupun support dari DJKA. Oleh karena itu, KAI berusaha meningkatkan revenue di luar penumpang (non fare box) dengan memanfaatkan secara maksimal aset KAI.