Rabu, April 22, 2026
HomeNewsEkonomiMengempis Optimisme Terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja

Mengempis Optimisme Terhadap Ketersediaan Lapangan Kerja

Saat Prabowo Subianto dilantik menjadi presiden pada 20 Oktober 2024, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja mencatat angka terendah dalam dua tahun terakhir, yaitu sebesar 104,7 kendati masih berada di zona optimis (indeks >100).

Sebagai gambaran pada Mei 2022 Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja meloncat ke zona optimis dengan indeks 113,7 dan bertahan di atas 100 sampai saat ini. Selama empat bulan sebelumnya (Januari-April 2022), indeksnya berada di zona pesimis (indeks <100). Yaitu, 96,5, 89,9, 87,7 dan 95,9.

Mengutip hasil Survei Konsumen Bank Indonesia Februari 2025 yang dipublikasikan beberapa pekan lalu, November dan Desember 2024 pasca terbentuknya pemerintahan baru, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja langsung melejit menjadi 110,1 dan 112,2 dari 104,7 pada Oktober 2024.

Menggambarkan antusiasme masyarakat, di bawah pemerintahan baru mereka akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Namun, optimisme itu mengempis. Tergambar dari Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Januari 2025 yang nyungsep menjadi 107,7, kemudian turun lagi menjadi 106,2 pada Februari 2025.

Baca juga: Survei BI: Masyarakat Merasa Makin Sulit Dapat Pekerjaan

Tiga kelompok pendidikan menurun optimismenya terhadap ketersediaan lapangan kerja, dengan penurunan tertinggi pada kelompok pendidikan pascasarjana dari 118,2 menjadi 104,9. Yang meningkat hanya kelompok pendidikan diploma dari 107 menjadi 111,5.

Juga menurun optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja dalam 6 bulan ke depan. Tergambar dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja Februari 2025 sebesar 134,2 dibanding 137 pada Januari 2025.

Gambarannya serupa dengan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Saat ini. Meningkat signifikan pasca terbentuknya pemerintahan baru, kemudian berangsur menurun pada Januari dan Februari 2025.

Semua kelompok pendidikan menurun optimismenya, dengan penurunan paling tajam juga pada kelompok pendidikan pascasarjana dari 132,3 menjadi 122, diikuti kelompok pendidikan diploma dari 141,2 menjadi 136,2.

Berita Terkait

Ekonomi

Menkeu: Angka Defisit Fiskal adalah Sinyal Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melantik lima pimpinan...

Pemerintah Bilang Triwulan I Kredit Tumbuh Double Digit, Tapi Kredit UMKM Masih Payah

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, pemerintah terus memperkuat peran...

Triwulan Satu Likuiditas, Rentabilitas dan Margin Dunia Usaha Menurun

Serupa dengan sektor manufaktur yang makin ekspansif selama triwulan...

Manufaktur RI Kian Ekspansif, Tapi Belum Mampu Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja

Bank Indonesia (BI) melaporkan, Jumat (17/4/2026), kinerja industri pengolahan...

Berita Terkini