Atur Aktivitas Finansial, Jangan Jadi Korban “Latte Factor”
Tanpa disadari ada banyak hal yang kita lakukan memiliki efek buruk untuk jangka panjang. Contoh mudahnya yaitu pengeluaran kecil tapi rutin yang kerap dianggap sepele seperti jajan, minum kopi harian, atau langganan streaming yang tanpa disadari menumpuk hingga menguras keuangan maupun tabungan.
Hal ini disebut juga sebagai latte factor, merujuk pada secangkir kopi yang terlihat kecil secara nilai namun ketika menjadi kebiasaan harian bisa terakumulasi signifikan secara nilainya. Istlah latte factor diperkenalkan oleh David Bach, seorang pakar keuangan dari Amerika.
Jadi ngopi memang bisa membuat bahagia bahkan telah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian orang. Tapi perhatikan juga pengeluaran rutin dari minum kopi ini yang bila dihitung bisa ditapung atau diinvestasikan.
Jangan sampai karena latte factor membuat kondisi kita terlambat menyadari kalau dompet ataupun tabungan telah menipis. Hal yang bisa membuat panik dan perencanaan masa depan error. Bayangkan, dari satu cup kopi per hari, lama-lama menjadi kebiasaan yang tak terkontrol.
Baca juga: Utak-Atik Investasi Reksadana Syariah: Modal Kecil Untung Terjamin
Dikutip dari laman Bank BNI Rabu (22/4), tanpa perencanaan yang baik berbagai pengeluaran konsumtif bisa menggerus potensi tabungan, persiapan investasi, dana darurat, hingga Impian finansial jangka panjang.
Bank BNI memiliki aplikasi Wondr by BNI untuk mengatur berbagai aktivitas finansial. Supaya tidak terjebak dengan latte factor, ada tiga langkah strategis yang bisa dilakukan. Pertama, melihat rekap keuangan untuk membandingkan total pemasukan dan pengeluaran secara menyeluruh sehingga paham ke mana uangnya mengalir.
Kedua, mengatur limit budget agar pengeluaran jajan tetap terkontrol dan sesuai prioritas. Ketiga, diatur supaya membuat uangnya bekerja untuk masa depan melalui investasi sehingga ada pertumbuhan nilai yang membantu mencapai tujuan finansial.
Baca juga: Gaji Kecil Juga Wajib Menabung, Nih Tipsnya
Dengan pendekatan seperti ini kita tetap bisa menikmati kopi favorit tanpa mengorbankan stabilitas keuangan. Karena kunci literasi keuangan bukan melarang kesenangan melainkan menyeimbangkan kebutuhan hari ini dengan tujuan masa depan. Makanya, atur prioritas supaya bisa tetap bisa ngopi tanpa jadi korban latte factor!